Showing posts with label Sheila On 7. Show all posts
Showing posts with label Sheila On 7. Show all posts

Wednesday, 13 June 2012

Sheila On 7 - Mudah Saja


Tuhan, aku berjalan menyusuri malam...
Setelah patah hatiku...
Aku berdoa, semoga saja...
Ini terbaik untuknya...

Dia bilang...
Kau harus bisa seperti aku...
Yang sudah biarlah sudah...

Mudah saja bagimu...
Mudah saja untukmu...
Andai saja...
Cintamu seperti cintaku...

Selang waktu berjalan kau kembali datang...
Tanyakan keadaanku...

Ku bilang...
Kau tak berhak tanyakan hidupku...
Membuatku semakin terluka...

Mudah saja bagimu...
Mudah saja untukmu...
Coba saja lukamu seperti lukaku...

Kau tak berhak tanyakan keadaanku...
Kau tak berhak tanyakan keadaanku...
Mudah saja bagimu...
Mudah saja untukmu...
Andai saja cintamu seperti cintaku...

Mudah saja...

==========================

Buat kamu, memang mudah mengatakan itu, tapi buat aku? Gak semua hal bisa masuk di logika. Baik aku ataupun kamu. Semua sudah tertutup ego masing-masing, tak lagi seperti dulu yang masih bisa berbagi karena masih bisa saling mengalah...
Gak usah minta aku untuk melupakan semua dan menjalani hidup dengan melihat kedepan. Masa lalu adalah kenangan, kenangan dapat berupa mimpi, dan mimpilah yang nantinya menjadi tujuan hidup. Jadi saat kamu minta aku untuk melupakan semua, artinya sama aja kamu minta aku untuk hidup tanpa mimpi...


"Selang waktu berjalan kau kembali datang... Tanyakan keadaanku... Ku bilang... Kau tak berhak tanyakan hidupku... Membuatku semakin terluka... Mudah saja bagimu... Mudah saja untukmu... Coba saja lukamu seperti lukaku..."

Masa lalu adalah kenangan. Kenangan dapat berupa mimpi. Mimpi adalah tujuan hidup.

Saturday, 9 June 2012

Sheila On 7 - Berhenti Berharap


Aku tak percaya lagi...
Dengan apa yang kau beri...
Aku terdampar di sini...
Tersudut menunggu mati...

Aku tak percaya lagi...
Akan guna matahari...
Dengan mampu menerangi...
Sudut gelap hati ini...

Aku berhenti berharap...
Dan menunggu datang gelap...
Sampai nanti suatu saat...
Tak ada cinta kudapat...

Kenapa ada derita...
Bila bahagia tercipta...
Kenapa ada sang hitam...
Bila putih menyenangkan...

Aku pulang...
Tanpa dendam...
Kuterima kekalahanku...
Aku pulang...
Tanpa dendam...
Kusalutkan kemenanganmu...

Kau ajarkan aku bahagia...
Kau ajarkan aku derita...
Kau tunjukkan aku bahagia...
Kau tunjukkan aku derita...
Kau berikan aku bahagia...
Kau berikan aku derita...

========================

Aku sudah tak bisa lagi tersenyum, melihatmu seperti mimpi buruk bagiku. Mimpi indah yang berakhir dengan ketiadaan dan kehampaan. Tanpa ada kejujuran, semua hanya angan. Bila semua hanya untuk dirahasiakan, biarkan perubahan sikapku menjadi rahasia. Tak ada yang tahu, sampai akhirnya tak ada yang mengerti tentang aku...
Sudah tak ada lagi yang dapat kuharapkan dari dirimu. Kebohonganmu membuatku merasa hilang. Jika kau merasa seperti matahari yang dapat memberikan sinarnya kepada semua orang secara merata, maka biarkan aku untuk tak lagi percaya dengan guna matahari. Dan jika kau datang hanya untuk meredakan tangisku, maka biarkan aku sendiri, karena aku sudah tak percaya lagi kehadiranmu dapat meredakan lara hatiku...
Maaf jika pada akhirnya aku tak tulus mencintaimu. Semua salahku karena sudah berharap banyak padamu. Kini tak ada lagi harapan. Hanya mimpi semu, yang tak dapat kugapai, sampai akhirnya aku hanya dapat menunggu mati, tanpa hadirnya sebuah cinta...

Aku tak percaya lagi... Dengan apa yang kau beri... Aku terdampar di sini... Tersudut menunggu mati...
Kau ajarkan aku bahagia... Kau ajarkan aku derita... Kau tunjukkan aku bahagia... Kau tunjukkan aku derita... Kau berikan aku bahagia... Kau berikan aku derita...

In their last moments, people show you who they really are...
Dan ketulusan seseorang dapat dilihat pada akhirnya...