Showing posts with label Judika. Show all posts
Showing posts with label Judika. Show all posts

Sunday, 1 July 2012

Judika - Setengah Mati Merindu


Mengapa waktu tak pernah berpihak kepadaku
Apakah aku terlalu, terlalu banyak berkelana
Mengapa kita masih saja tak pernah bersatu
Selalu saja bertemu, bertemu saat kau milik yang lain

Mungkin kau bukanlah jodohku, bukan takdirku
Terus terang

Aku merindukanmu, setengah mati merindu
Tiada henti merindukanmu
Masih hatiku untukmu, aku tetap menunggumu

Mengapa waktu tak pernah berpihak kepadaku
Apakah aku terlalu, terlalu banyak berkelana

Mungkin kau bukanlah jodohku
Atau bahkan bukan takdirku
Terus terang (terus terang)

Aku merindukanmu, setengah mati merindu
Tiada henti merindukanmu
Masih hatiku untukmu, aku tetap menunggumu

Aku merindukanmu, setengah mati merindu
Aku merindukanmu, masih hatiku untukmu
Aku tetap menunggumu (ku tetap menunggu)
(setengah matiku menunggumu) menunggumu
Aku tetap menunggumu

===============================

Haruskah menyalahkan waktu? Saat aku terlalu lambat tuk menggapaimu. Haruskah menyalahkan waktu? Saat seluruh kesempatanku kusia-siakan untuk bertemu denganmu. Haruskah memang waktu yang kusalahkan? Bila memang kau tak bisa menjadi milikku.
Kalau kau memang bukan jodohku, kenapa rasa rindu selalu datang di sela-sela kebencianku? Aku kesal padamu, tapi aku tak ingin kehilanganmu. Aku ingin menghilang meninggalkanmu, tapi aku selalu memperhatikanmu di dalam bayang-bayang gelapku.
Jika memang kita tidak berjodoh, maka aku mohon, pergilah dari pikiranku. Keberadaan bayangmu selalu menyelimuti langkahku kemanapun ku pergi. Menghilanglah, aku mohon.

"Mungkin kau bukanlah jodohku... Atau bahkan bukan takdirku... Terus terang... Aku merindukanmu, setengah mati merindu... Tiada henti merindukanmu... Masih hatiku untukmu, aku tetap menunggumu..."

Apakah kesempatan itu memang untuk kita? Atau hanya untuk membuat kita masuk lebih dalam? Biarlah waktu yang menjawabnya...

Monday, 25 June 2012

Judika - Bukan Dia Tapi Aku




Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

* Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

* Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Reff:
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku

Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(Cintaku) Cintaku
(Lebih besar dari benciku) Lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
(Jangan dia) Jangan dia
(Jangan dia) Jangan dia cukup aku

(Jangan dia jangan dia) Cukup aku
(Jangan dia)

================================

Apakah ada alasan diriku masih bersamamu? Persahabatan? Masih adakah alasanku untuk mempercayaimu? Ketulusan?
Rasanya semua sudah aku berikan, tapi tak ada balasan dari semua itu. Apakah aku harus menunggu 1000 tahun lagi untuk bersamamu dan menahan rasa sakit yang pernah kau berikan kepadaku? Jujur aku menyerah denganmu. Tak ada balasan yang pasti. Kau hanya menggantungku seolah aku akan selalu bersamamu.
Aku tak tulus karena menginginkan balasan darimu? Apapun jawabku, pastinya kau masih akan tetap menyalahkanku. Dan aku akan balik bertanya, Apa aku harus menunggu jawabanmu sampai aku mati? Tak pernah kau mengiyakan atau menolak diriku. Menunggu hingga akhirnya kenyataan juga yang menjawabnya.

"Ku harus pergi meninggalkan kamu... Yang telah hancurkan aku... Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya... Cintaku lebih besar darinya... Mestinya kau sadar itu... Bukan dia, bukan dia, tapi aku... Cintaku lebih besar dari benciku... Cukup aku yang rasakan... Jangan dia, jangan dia cukup aku..."

Menunggu jawabanmu sampai akhirnya kenyataan pahit terjadi? Cukup sakit, menusuk, dan membekas di hati.

Wednesday, 13 June 2012

Judika - Aku yang Tersakiti


Pernahkah kau merasa jarak antara kita...
Kini semakin terasa setelah kau kenal dia...
Aku tiada percaya teganya kau putuskan...
Indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri...
Kau pergi tinggalkanku...

Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti...
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari...
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku...
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia...

Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya...
Aku pergi untuk dia...

Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti...
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari...
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku...
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia...

Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku...
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia...

============================

Kau mungkin tak merasakan apa-apa... Tapi aku merasakannya... Tak pernah lagi kau menerima ajakanku untuk pergi... Dengan alasan yang mungkin masih bisa ku terima...
Dan saat ku tahu kau sudah bersamanya, perlahan aku menarik diriku darimu... Semuanya hilang... Mimpi dan anganku saat bersamamu... Seketika aku hancur... Karena memang aku tak bisa dengan mudah melupakan segalanya... Melupakanmu, dan mimpiku...

"Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti... Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari... Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku... Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia... Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya... Aku pergi untuk dia..."

Kelemahanku adalah kamu... Saat kau tak ada, maka jangan berharap padaku, karena pada saat itu aku jatuh dan sulit untuk berdiri...