My biggest mistake of my life is loving you... Because when I hurt and started to removing you from my memory... It's a same thing with removing my hopes and my dream...
Heeeeiii, semuanyaaa...
Dah lama bgd,nih g buka blog gw...
udah jamuran,kali,ya?
panuan, kadas kurap dan kutu air...
harus di oles pake margarin supaya jadi garing,nih...
jadi jamur krispy...
ahaha...
Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan sekarang.
Rasa rindu dan benci bercampur baur.
Dimana kedua rasa itu sangatlah kuat.
Tak saling membunuh, tak saling mendukung.
Hanya satu hal yang aku mengerti. Aku tanpa motivasi. Menyerah dalam harapan.
Tak bisa melanjutkan perjalanan.
Sepi, ya, sepi.
Aku merasa kesepian ditengah derasnya hujan.
Hanya sayup suaramu yang pernah kudengar terus terkenang.
Ingin kuhapus karena perasaan luka yang mendalam.
Ahaha...
Aku tak berharap ada yang mendengarkanku.
Tapi, aku rindu kamu.
Dalam hati kecilku aku masih butuh.
Ahaha...
Aku tak berharap aku didengar.
Aku benci kamu.
Luka ini mulai berbicara akan kenangan pahit tentangmu.
Apa harapan itu masih ada?
Pertanyaan yang tak seharusnya ada di kepalaku.
Karena aku sudah berhenti untuk berharap.
Seperti lelahnya sang burung yang mengejar matahari.
Friday, 5 April 2013
Ini cuma curahan hati yang tak bisa dimengerti.
Dan ini adalah satu-satunya cara aku bercerita.
Cerita tentang hati.
Karena setiap hati pernah tersakiti.
Entah apa yang terasa.
Tak bisa dibuat rangkaian kata.
Hanya sebaran kalimat yang keluar terpaksa.
Seperti terlihat tak ada apa apa.
Apa yang kurasa, hanya sementara.
Ya, kuharap.
Karena bila ini berlangsung cukup lama.
Maka semua yang kulakukan sekarang.
Hanya akan jadi sia-sia.
Ku tahu ku kan kehilanganmu Kehilanganmu, kau dan aku Kita, jika dan perjalanan itu...
Ku tahu ku kan kehilanganmu Suatu saau nanti Suatu saat, tidak sekarang, tapi nanti Kapan, entah, tapi pasti...
Ku kan kehilanganmu Kehilangan pelukmu, rindumu, tangisku Malammu, bintangku Gerimismu, badaiku...
Ku taku kehilanganmu Kehilangan rasa itu Kehilangan ruang dan lautan yang biru Kehilangan pelangi Dan udara yang mengisi kosongku...
Kau tahu ku sayang padamu Bukan karena, ku tak perlu itu Bukan bila, karenamu Bukan apapun, hanya aku...
Kau tahu ku sayang padamu Amat sayang padamu Tidak sekarang, tapi selalu Tidak kemarin, tapi untukmu
Ku tahu ku kan kehilanganmu Suatu saat nanti Suatu saat... nanti Suatu saat dan takkan ada kau lagi
Takkan ada kita walau itu imaji Takkan ada kita Hanya kau, tanpaku Dan ku tanpamu... sendiri
Ku tahu ku kan kehilanganmu Jadi biarkanlah ku bersamamu malam ini Bersamamu dalam diam, tangisan, kehilangan Juga rindu yang tak dapat tergantikan Menatapmu lekat, memelukmu erat
Ku sayang padamu dan hanya itu Dan bila esok tiada kita Hanya kau dan aku Tiada lagi jika Dan semua takkan pernah sama
Ku hanya ingin kau tahu Kau kan tetap ada Disini, dihatiku, selalu Bukan sekarang, tapi selamanya Bukan karena, aku, Bukan pula karenamu
Entah mengapa akhir-akhir ini aku bersikap egois...
Apa karena kamu???
Atau karena kalian???
Atau karena sesuatu dan lain hal???
Aku tak menemukan apa yang menjadi penyebab keegoisanku....
Mungkin emosiku sedang tidak stabil...
Mengingat beberapa waktu lalu ada kejadian yang mengganjal dalam hatiku...
Tapi hingga hari ini tak dapat aku melupakan semua itu...
Yang terlupakan hanyalan kenangan-kenangan yang malah tak ada sangkut pautnya dengan dia...
Mengapa???
Apa karena aku masih ada hati dengannya???
Tidak...
Aku mohon tidak...
Ya...
Jangan biarkan aku meninggalkan hatiku padanya...
Bahkan menaruhnya lagi dalam bejana itu...
Biarlah aku yang terlupakan...
Yang tak dikenang...
Karena sampai kapanpun...
Kamu masih jauh dalam lubuk ingatanku...
Aku tak sanggup lagi bermimpi...
Setelah sekian lama mencoba bangkit...
Dan akhirnya ku terpuruk lagi...
Tidak berdaya...
Masihkah berharap pada mimpi...
Menjulang tinggi seperti elang...
Dan akhirnya jatuh cepat ke dasar...
Tersambut oleh kerasnya batuan...
Luluh lantak tercerai berai...
Memang kita butuh suatu mimpi...
Jikalau kita ingin meraih mimpi...
Layaknya suatu misi...
Yang didasari oleh sebuah visi...
Diawali sebuah mimpi...
Menjadikannya usaha pasti...
Dengan tujuan menyatakan mimpi...
Hingga akhirnya hancur...
Saat mimpi kita direbut...
Lalu kembali dengan segenggam mimpi...
Dan mengolahnya hingga baik di segala sisi...
Tapi seolah mimpipun pergi meninggalkanku...
Hilang...
Ditelan buih samudera...
Sekarang akupun tak sanggup lagi untuk bermimpi...
Untuk apa???
Jika akhirnya aku harus kembali lagi ke awal...
Jujur...
Dirimu ada pada mimpiku...
Aku telah kalah dengan keadaan...
Dan mulai menjadikanmu sebuah mimpi...
Tapi apakah sanggup aku kembali bermimpi???
Dengan sisa tenaga yang tersisa...
Dengan segala apa yang aku punya...
Dengan ketakutan yang selalu menghantui di setiap tidurku...
Aku takut untuk memulai dari awal...
Aku juga sudah tak bisa melanjutkan apa yang sudah aku lakukan...
Aku hanya bisa diam...
Aku terdiam...
Aku...
Maaf...
Jika apa yang kamu minta belum aku indahkan...
Ada hal dalam diriku yang mencegahku melakukan semua...
Ego...
Emosi...
Rasa trauma akan masa lalu...
Datang dan berlalu seakan tiada hentinya merasuk memori...
Ya...
Aku sudah tak sanggup berkata untukmu...
Fantasi akan dirimu telah hancur dalam benakku...
Membangunnya kembali tak semudah melempar batu kedalam kali...
Sekali lagi maaf...
Jika apa yang kau titipkan tak sempat aku lakukan...
Bila kau melihat ini, maka biarkan aku sendiri...
Tolong berikan aku waktu...
Untuk membangun diriku...
Tanpa dirimu...
Ini duniaku...
Terjebak dalam raut masa lalu...
Dan menarikku ke dalam jurang keterpurukkan...
Lukis wajahmu terbayang...
Sebuah senyuman yang cantik...
Beserta candaanmu yang manja...
Masih sudi untuk mampir dalam pikiranku...
Saat anganku bersenda gurau dengan indah sosokmu...
Datang bayang pria itu merebutmu dari diriku...
Perih, sakit, tercabik, mataku berurai air mata...
Tapi sosokmu seolah berkata,"Aku miliknya, dan tak pernah aku ingin menjadi milikmu. Bermimpi pun tidak."
Tak pernah kau berkata bahwa kau sudah ada yang memiliki...
Tak pernah kau jujur...
Membiarkan ku membangun cintaku di pasak yang rapuh...
Pada saat nya indah menjulang tinggi, kau hancurkan pasak itu hingga ku jatuh terhempas...
Jangan salahkan aku bila aku tak lagi mencinta...
Menghindar dari kerumunan dan mulai menjauh dari keramaian...
Aku tak berguna tanpa dirimu...
Dan tanpamu...
Aku tak ada...
Tolong jangan tanya kenapa...
Tapi tanyakanlah siapa...
Karena yakinlah...
Kau sudah tahu jawabannya...
A: Sry. Msalah hati. N gw yakin lu pasti tw. B: Mungkin gw tw. Tp gw gmw tw. Lu g bs kyk gt terus kn.. Ayolah. A: Saat lu gmw tw, gw cukup tw.
"Betapa ku pasrahkan hidupku... Betapa ku mencintaimu... Tapi apa yang kau beri untukku... Kau tukar dengan luka dan kesakitan..." Kerispatih - Cinta Putih
Hilang, semua hilang... Ya, tak ada yang tersisa... Bayangmu pun aku buang dari pikiranku... Walau hati masih ingin bersama... Kenyataan berkata lain...
Padam, semua padam... Rasa yang sedari dulu aku bangun... Dari puing-puing hati yang pernah hancur... Mati seketika sesaat kau meninggalkan diriku... Mati dan perlahan hancur kembali menjadi puing...
Hampa, yang tersisa hanyalah hampa... Semua menghilang... Serta padam seiring dengan langkah kita yang semakin menjauh... Tak ada lagi cinta... Hanya penyesalan dalam angan...
Thursday, 28 June 2012
Kau...
Yang tak pernah jujur padaku...
Janganlah...
Lagi kau mendekati aku...
Aku...
Sudah lelah tuk melihatmu...
Karena...
Kau selalu sakiti aku...
Kau sembunyikan dia...
Saatku dekati dirimu...
Kenyataan yang pahit bagiku...
Cintaku kepadamu, tak pernah tulus bagimu...
Bagiku, sedalam hatiku...
Dustamu kepadaku, membuatku jauh darimu...
Tak pernah, kau hargai aku...
Cinta...
Kehilangan sosok seorang adik...
Yang selalu perhatian kepada kakaknya...
Yang bisa selalu mengingatkan...
MW
Kehilangan sosok seorang teman baik...
Yang bisa menjadi teman dikala sedang sendiri...
Yang dapat menjadi seorang kekasih jika merasa ingin dimanja...
SAB
Kehilangan sosok seorang sahabat...
Yang selalu ada saat ku membutuhkannya...
Disaat senang ataupun sedih, dia bisa membuatku tersenyum...
MAA
Semua karena aku salah mengerti tentang perasaan...
Dimana pada awalnya cinta terasa tanpa ku mengerti cara datangnya...
Lebih tepatnya cinta yang terlambat...
Disaat mereka sudah menemukan seseorang yg lebih baik...
Logika pikiranku tak bisa menyelamatkanku...
Semua sudah tertutup dengan ego sesaat...
Saat ku sadar, semua sudah terlambat...
Mereka sudah menghilang di ujung jalan...
Dan tak sanggup aku mengejar mereka...
Tuhan, kali ini aku tak ingin lagi kehilangan...
Seseorang yang aku anggap adik, teman baik, dan sahabatku...
Jagalah perasaan ini sampai akhirnya takdir memisahkan...
Atau mungkin menyatukan kita... Aku sayang dia...
Ada saat dimana seseorang menemukan sebuah CINTA... Terdiam, bukanlah tak ada pikiran di otaknya... Dia senang, bahagia, tertegun dengan imajinasinya... Terkejut akan datangnya cinta yang lama diharapkan...
Bila saat CINTA melekat... Perilaku berubah seakan semua hanya miliknya... Ceria abadi terpancar dari kilauan matanya... Seakan tak ada beban sama sekali dalam hidupnya...
Lain halnya ketika CINTA mulai pergi... Saat dia tahu, dunia bukanlah miliknya... Semua beban hidup yang tadinya terbang tak terasa... Seakan dilempar menuju pusat gravitasi dan membawa dirinya jatuh...
Banyak definisi CINTA... Kebahagiaan... Keabadian... Kehancuran...
CINTA... Kehancuran membuatku takut untuk memulai cinta... Keabadian hanya sebatas mimpi saat bulan tak lagi bersinar... Kebahagiaan adalah setitik harap dalam keinginan semu...
Perginya dirimu membuatku tak sadarkan diri... Bermimpi seperti kau hanya bercanda melakukan itu... Menunggu kau pulang sembari duduk di serambi hatiku... Ternyata tak satupun kabar kudapatkan dari dirimu...
Aku masih menginginkanmu... Kembalilah padaku... Sebutkan apa salahku... Dan apa yang membuatmu pergi dariku...
Tanpamu aku galau... Tanpamu aku hampa... Tanpamu aku bimbang... Tanpamu aku sendiri...
Sekarang kesendirian ini sudah tak ada lagi yang menemani... Aku benar-benar sendiri menghadapi siksaan hati... Terhempas, tergores, tersesak dalam badai perasaan... Kacau balau tanpa harapan apa yang ada di hati dan jiwa...
Teruntuk kekasih yang sudah tak lagi disisi... Aku membutuhkanmu dalam hatiku... Tak sanggup dalam kesendirian ini... Lebih baik aku mati daripada sendiri seperti ini...
"AKU TAK MAU MEMIKIRKANMU SAAT INI"... Itu yang terpikirkan di benakku... Entah kenapa, larangan itu seperti godaan untukku.
"AKU TAK MAU MELIHATMU LAGI"... Jujur aku sudah sakit hati dengan dirimu... Tapi tetap saja aku merindukanmu dan ingin melihatmu walau sekilas... Padahal saat aku melihat raut wajahmu... Tak jarang aku ingin menghilang dari kehidupan ini...
"JANGAN HANTUI AKU LAGI"... Setiap menit, tidak, setiap detik, kau selalu muncul untuk merusak isi otakku... Walau terkadang, aku terhenyak mengenangmu... Lalu terhempas ke jurang yang sangat dalam...
"AKU MENYESAL TELAH MENCINTAIMU"... Tersakiti, terlukai, menderita seakan seluruh hidupku mati... Padahal itu adalah fitnah terbesar dalam hidupku... Berusaha membohongi diriku agar aku dapat meninggalkanmu... Karena sejujurnya aku mencinta dan merindu saat-saat aku bersamamu...
"PILIH MANA, KAU MENGHILANG DARI PIKIRKU, ATAU AKU MATI"... Pilihan itu adalah yang terbaik untukku... Walau keduanya adalah bunuh diri bagiku...
*BGM: Ada Band - Setengah Hati Tertegun ku memandangmu saat kau tinggalkanku menangis. Bodohnya ku mengharapmu, jelas sudah tak kau pedulikan cintaku. Mestinya telah kusadari, betapa perih cinta tanpa balasmu. Harusnya tak ku paksakan bila akhirnya kan melukaiku.
Saat ini...
Ku memang hanya bisa berharap...
Memandangmu dari jauh saja sudah sangat ku syukuri...
Karena memang, dirimu terlalu jauh untuk ke kejar...
Ragaku yang usang, tak mampu membuatku berdiri untuk menggapaimu...
Hatiku yang rapuh, tak kuat membakar semangatku untuk mencoba berlari...
Pikiranku yang lelah, tak dapat lagi menyaring apapun yang masuk ke otakku...
Yang tersisa hanya perasaanku...
Perasaan yang tak mungkin hidup tanpa adanya hati, pikiran,dan raga...
Karena saat semua telah hilang, perasaan ini mengalir perlahan meninggalkan kalbu...
Menyisakan kenangan antara diriku dan dirimu...
Tapi saat ini...
Wajahmu tak bisa hilang dari pikiranku...
Pikiranmu dapat menggerakkan ragaku...
Hatimu yang menguatkan perasaanku...